Sondag 06 Desember 2015

SELAMAT DATANG, BERBAGI ILMU PENGETAHUAN

Teori Penawaran dan Permintaan

Pada Pertanian 


Ekonomi pertanian merupakan ilmu sosial (kemasyarakatan) yang penting ditinjau dari kemanfaatannya, area disiplinnya dan hubungannya dengan disiplin ilmu lainnya.

Masalah ekonomi pertanian yang pokok bersumber pada kebutuhan manusia yang tidak terbatas akan produk-produk pertanian, sedangkan sumber daya (faktor produksi) pertanian yang digunakan untuk menghasilkan produk-produk pertanian tersebut bersifat terbatas (langka).

Ruang lingkup disiplin ekonomi pertanian sangat luas, yang secara garis besar dapat diklasifikasikan menjadi kegiatan berproduksi, konsumsi, pemasaran dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Ekonomi pertanian sebagai ilmu kemasyarakatan tidak dapat berdiri sendiri melainkan memerlukan ilmu-ilmu lain sebagai alat untuk menganalisis, menginterpretasikan dan menghubung-hubungkan persoalan-persoalan di bidang pertanian baik mikro maupun makro. Ilmu-ilmu lain yang dimaksud dapat bersumber pada bidang ilmu pertanian maupun bidang ilmu ekonomi. 
Penerapan prinsip-prinsip ekonomi di bidang pertanian memerlukan beberapa pendekatan, antara lain pendekatan deduktif-induktif, mikro-makro, konsumsi-produksi, positif-normatif. 
Organisasi di bidang pertanian mulai dari perusahaan berskala kecil sampai perusahaan berskala besar dapat memiliki bentuk yang beraneka ragam seperti perusahaan swasta milik perorangan dan perusahaan swasta milik keluarga, perusahaan berbadan hukum milik pemerintah dan perusahaan berbadan hukum milik swasta, koperasi milik petani dan koperasi milik konsumen. Pengalokasian input yang dibutuhkan sektor pertanian dan output (produk) pertanian yang dibutuhkan konsumen dapat melalui organisasi-organisasi pertanian yang membentuk saluran pemasaran bagi produk pertanian yang bersangkutan. Saluran pemasaran dapat berbeda-beda untuk produk yang sama maupun untuk produk yang berbeda. 
Pertanian memegang peranan yang penting dalam pembangunan sektor pertanian maupun sektor non-pertanian. Pembangunan perekonomian negara-negara yang berbasis pertanian tetapi mengabaikan sektor pertanian dalam proses pembangunannya akan dapat mengalami stagnasi ekonomi. Karena selain memberikan kontribusi dalam pengembangan pangan, tenaga kerja dan modal dalam sektornya sendiri, sektor pertanian juga menyediakan pasar bagi barang dan jasa yang dihasilkan oleh sektor non-pertanian

Teori Permintaan. 

       Jumlah barang atau komoditas yang mampu dibeli oleh seorang konsumen karena peningkatan pendapatan riil akan tergantung dari efek substitusi dan efek pendapatannya. Kemampuan membeli meningkat atau menurun tersebut akan tergantung dari sifat barang atau komoditas, apakah itu termasuk: (1) Bersifat normal; (2) Bersifat inferior; atau (3) Bersifat super inferior atau Giffen.

         Perubahan harga barang atau komoditas akan mempengaruhi perubahan jumlah barang atau komoditas yang diminta pada pergerakan sepanjang kurva. Perubahan faktor-faktor lain (preferensi konsumen, pendapatan harga barang atau komoditas lain) akan mempengaruhi perubahan barang atau komoditas yang diminta melalui pergerakan atau pergeseran kurva permintaan.

     Elastisitas harga dapat didefinisikan sebagai persentase perubahan kuantitas yang diminta yang disebabkan satu persen perubahan harga. Permintaan adalah elastis bila ? Es >1, inelastis bila Es < 1 

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan:

1. Harga barang itu sendiri
    Jika harga suatu barang semakin murah, maka permintaan terhadap barang itu bertambah.
2. Harga barang lain yang terkait, Berpengaruh apabila terdapat 2 barang yang saling terkait yang keterkaitannya dapat bersifat subtitusi (pengganti) dan  bersifat komplemen (penggenap).
3.Tingkat pendapatan perkapita
  Dapat mencerminkan daya beli. Makin tinggi tingkat pendapatan, daya beli makin kuat, sehingga permintaan terhadap suatu barang meningkat.
4. Selera atau kebiasaan
   Tinggi rendahnya suatu permintaan ditentukan oleh selera atau kebiasaan dari pola hidup suatu masyarakat.
5. Jumlah penduduk
   Semakin banyak jumlah penduduk yang mempunyai selera atau kebiasaan akan kebutuhan barang tertentu, maka semakin besar permintaan terhadap barang tersebut.
6.Perkiraan harga di masa mendatang
Bila kita memperkirakan bahwa harga suatu barang akan naik, adalah lebih baik membeli barang tersebut sekarang, sehingga mendorong orang untuk membeli lebih banyak saat ini guna menghemat belanja di masa depan.
7.Distribusi pendapatan
Tingkat pendapatan perkapita bisa memberikan kesimpulan yang salah bila distribusi pendapatan buruk. Jika distribusi pendapatan buruk, berarti daya beli secara umum melemah, sehingga permintaan terhadap suatu barang menurun.

8.Usaha-usaha produsen meningkatkan penjualan.
Bujukan para penjual untuk membeli barang besar sekali peranannya dalam mempengaruhi masyarakat. Usaha-usaha promosi kepada pembeli sering mendorong orang untuk membeli banyak daripada biasanya.

Hukum Permintaan
Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan :
“Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat.”
Kurva Permintaan
Kurva Permintaan dapat didefinisikan sebagai :
“Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang diminta para pembeli.” Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun dari kiri ke kanan bawah. Kurva yang demikian disebabkan oleh sifat hubungan antara harga dan jumlah yang diminta yang mempunyai sifat hubungan terbalik.


 

Teori Permintaan, Dapat dinyatakan :
“Perbandingan lurus antara permintaan terhadap harganya yaitu apabila permintaan naik, maka harga relatif akan naik, sebaliknya bila permintaan turun, maka harga relatif akan turun.”

Faktor-faktor yang dapat menggeser kurva permintaan
- Faktor harga
Perubahan sepanjang kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang diminta menjadi makin tinggi atau makin menurun.




- Faktor bukan harga
Kurva permintaan kan bergerak keka Perubahan sepanjang kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang diminta menjadi makin tinggi atau makin menurun.nan atau kekiri apabila terdapat perubahan-perubahan terhadap permintaan yang ditimbulkan oleh factor-faktor bukan harga, sekiranya harga barang lain, pendapatan para pembeli dan berbagai faktor bukan harga lainnya mengalami perubahan, maka perubahan itu akan menyebabkan kurva permintaan akan pindah ke kanan atau ke kiri.




Teori Pernawaran
         Penawaran menunjukkan jumlah (maksimum) yang mau dijual pada berbagai tingkat harga atau berapa harga (minimum) yang masih mendorong penjual untuk menawarkan berbagai jumlah dari suatu barang. Hubungan antara harga per satuan dan jumlah yang mau dijual dirumuskan dalam hukum penawaran: ceteris paribus, produsen atau penjual cenderung menghasilkan dan menawarkan lebih banyak pada harga yang tinggi daripada pada harga yang rendah.Kurva penawaran individual sebenarnya dapat diturunkan dari kurva biaya marjinal seorang pengusaha. Kurva penawaran agregat atau pasar adalah merupakan penjumlahan secara horizontal kurva penawaran individual di pasar. Kurva penawaran dapat didefinisikan sebagai kurva tempat kedudukan hubungan antara jumlah barang atau komoditas yang ditawarkan pada berbagai tingkat harga. Kurva penawaran mempunyai slope positif.
        Elastisitas penawaran definisinya adalah persentase perubahan barang yang ditawarkan di pasar sebagai akibat persentase perubahan harga barang atau komoditas. Terdapat dua jenis elastisitas penawaran, yaitu: (1) elastistas harga, sebagai akibat perubahan harga barang atau komoditas itu sendiri, dan (2) elastisitas harga silang, sebagai akibat perubahan harga barang atau komoditas terkait. Perubahan jumlah barang atau komoditas yang ditawarkan di pasar dapat dilihat dari: (1) pergerakan sepanjang kurva penawaran, pecerminan perubahan yang disebabkan karena perubahan harga barang atau komoditas itu sendiri; dan (2) pergeseran kurva penawaran yang mencerminkan perubahan karena perubahan di luar harga barang atau komoditas yang ditawarkan.

Faktor yang Mempengaruhi Penawaran
          Menurut Daniel (2004), perubahan pada penawaran bisa terjadi karena adanya pengaruh dari beberapa faktor, diantaranya adalah teknologi, harga input, harga produksi komoditas lain, jumlah produksi, dan harapan produsen.
1.  Teknologi
    Apabila terjadi perubahan atau peningkatan pada teknologi dalam proses produksi maka akan terjadi   perubahan pada produksi yang cenderung meningkat pula. Penggunaan teknologi baru tersebut menuntut perubahan pada biaya produksi yang biasanya relatif lebih tinggi. Apabila produksi meningkat karena perubahan teknologi berarti penawaran pun akan meningkat.
2.  Harga input
    Besar kecilnya harga input juga akan mempengaruhi besar kecilnya jumlah input yang dipakai. Apabila harga faktor produksi meningkat, kecenderungan pengurangan penggunaannya berdampak pada hasil yang juga akan turun. Turunnya hasil secara otomatis menyebabkan turunnya penawaran.
3.   Harga produksi komoditas lain
     Petani biasanya mengusahakan sebuah komoditas, contohnya kedelai. Akan tetapi, tenyata harga kedelai tidak beranjak naik malah cenderung menurun. Sebaliknya, harga komoditas lain di pasaran cenderung naik, sehingga petani mengubah pola usaha taninya. Perubahan pola usaha tani akan mempengaruhi pada penawaran kedua komoditas tersebut.

4.   Jumlah produsen
    Apabila harga suatu komoditas di pasaran cenderung naik, maka banyak petani yang mengusahakan komoditas tersebut. Jumlah produsen bertambah, maka produksi yang ditawarkan akan meningkat. 
5.    Harapan produsen terhadap harga produksi di masa datang
Petani sering berspekulasi mengenai perkembangan harga produksi di pasaran. Hal ini dapat dapa dilakukan berdasarkan pada pengalaman, terpengaruh petani lain, atau karena pemberitaan. Ramalan petani dan pilihan yang diambilnya akan mempengaruhi luas tanam yang ujungnya adalah berpengaruh pada produksi dan penawaran komoditas yang diusahakan.
       Menurut Firdaus (2008), penawaran yang dinyatakan dalam hubungan matematis dengan faktor – faktor yang memengaruhinya disebut fungsi penawaran. Persamaan matematis yang menjelaskan hubungan antara tingkat penawaran dengan faktor – faktor yang memengaruhi penawaran adalah sebagai berikut.

Sx = f (Px, Py, Pi, C, tek, ped, tuj, kebij)

dimana:
Sx = penawaran atas barang x
Px = harga barang x
Py = harga barang y (barang substitusi atau komplementer)
Pi = harga input atau faktor produksi
C = biaya produksi
tek = teknologi produksi
ped = jumlah pedagang atau penjual
tuj = tujuan perusahaan
kebij = kebijakan pemerintah

Kurva Penawaran
Kurva Penawaran
Menurut Haryati (2007), kurva penawaran adalah kurva yang menghubungkan titik – titik kombinasi antara harga dengan jumlah barang yang diproduksi atau ditawarkan. Kurva penawaran merupakan garis pembatas jumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga tertentu. Pada tingkat harga yang ditentukan, penjual bersedia menawarkan lebih sedikit tetapi penjual tidak mau menawarkan lebih banyak. Penjual bersedia menerima harga yang lebih tinggi bagi suatu jumlah tertentu, tetapi penjual tidak bersedia menawarkan jumlah itu dengan harga yang lebih rendah. Konsep ini sering disebut dengan kesediaan minimum penjual menerima harga (willingness to accept).

Pergeseran Kurva Penawaran

Pergeseran Kurva Penawaran

Perubahan harga barang, faktor selain harga tidak berubah (ceteris paribus) menyebabkan perpindahan di- sepanjang kurva atau menggambarkan perubahan jumlah yang ditawarkan. Hal ini disebabkan karena perubahan harga hanya akan mempengaruhi jumlah yang ditawarkan atau hanya akan merubah titik-titik kombinasi antara harga dengan jumlah yang ditawarkan. Sedangkan perubahan variabel selain harga akan mengakibatkan pergeseran kurva penawaran, artinya perubahan faktor tersebut akan menyebabkan penambahan atau pengurangan jumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga yang sama         .

Kenaikan harga produksi (price of inputs), sedangkan faktor lain (ceteris paribus), maka semakin kecil keuntungan yang akan diperoleh dari produksi suatu komoditi. Produsen yang rasional akan mengurangi produksinya apabila keuntungan yang diperoleh semakin kecil. Oleh karenanya kenaikan harga faktor produksi menggeser kurva penawaran ke kanan. Pergeseran kurva menunjukkan adanya pergeseran keseluruhan kurva penawaran. Ini mengendung arti adanya perubahan dalam jumlah yang ditawarkan pada tiap tingkat harga produk. Perpindahan sepanjang kurva menunjukkan adanya perubahan jumlah yang ditawarkan sebagai respon atas terjadinya perubahan harga produk.

Keseimbangan Pasar

        Teori Cobweb menjelaskan siklus harga dan produksi yang naik turun dalam jangka waktu tertentu, yang pada dasarnya dapat dibedakan menjadi: (1) siklus dengan fluktuasi yang jaraknya tetap; (2) Siklus yang menuju titik keseimbangan; dan (3) Siklus yang menjauhi titik keseimbangan. 
        Kondisi keseimbangan yang terjadi di pasar tentunya menjadi relatif tidak stabil apabila ada kekuatan-kekuatan yang mendorong harga dan jumlah barang atau komoditas yang pada akhirnya akan mencapai keseimbangan baru. Berkaitan dengan aspek ini, di pasar ada kemungkinan akan terjadi kelebihan barang atau komoditas yang ditawarkan (surplus) dan kekurangan barang atau komoditas yang ditawarkan atau kelebihan barang atau komoditas yang diminta (shortage)

Proses penyesuaian pasar menuju keseimbangan akan dipengaruhi oleh beberapa kondisi antara lain:           (1) permintaan yang berubah, di mana penawaran tetap; (2) Penawaran yang berubah, di mana permintaan tetap; dan (3) Permintaan dan penawaran yang berubah secara simultan.

Dalam jangka panjang, perusahaan dapat berubah ukuran rencana, dan meninggalkan atau masuk ke industri atau pasar. Posisi ekuilibrium jangka panjang dari perusahaan adalah bila titik minimum dari biaya rata-rata jangka panjang sama dengan harga. Perusahaan harus beroperasi pada titik minimum kurva biaya rata-rata jangka panjang. Oleh karena itu, proses penyesuaian kurva penawaran jangka panjang di industri dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) tipe: (1) industri dengan biaya yang konstan, dengan kurva penawaran jangka panjang yang horizontal; (2) industri dengan biaya yang meningkat dengan ciri mempunyai slope kurva penawaran jangka panjang positif; dan (3) industri dengan biaya yang menurun dengan ciri slope kurva penawaran jangka panjang yang negatif. Di antara ketiga tipe industri tersebut, yang paling umum berlaku adalah industri dengan biaya yang meningkat.


Terima Kasih Kunjungan Anda, Semoga Bermanfaat Kita Semuanya.  Amien...!!!



Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking